| |
Sekitar 75 album musik yang melibatkan nama Benyamin Sueb. Bukan jumlah sedikit tentunya untuk ukuran biduan di lokal (indonesia) apalagi temanya kebanyakan adalah betawi.
Bakatnya sudah terlihat sejak anak-anak. Sejak usia 6 tahun, Benyamin kerap menyanyi untuk menghibur tamu di setiap hajatan. Bakat seninya tak lepas dari pengaruh sang kakek, Haji Ung (Jiung) yang juga pemain teater rakyat di zaman kolonial Belanda. Sewaktu kecil, bersama ketujuh kakaknya, Benyamin sempat membuat orkes kaleng.
Karir musiknya diawali dengan bergabung bersama grup Naga Mustika. Grup yang berdomisili di sekitar Cengkareng inilah yang kemudian mengantarkan nama Benyamin sebagai salah satu penyanyi terkenal di Indonesia. Selain Benyamin, kelompok musik ini juga merekrut Ida Royani untuk berduet dengan Benyamin. Dalam perkembangannya, duet Benyamin dan Ida Royani menjadi duet penyanyi paling popular pada zamannya di Indonesia. Bahkan lagu-lagu yang mereka bawakan menjadi tenar dan meraih sukses besar. Sampai-sampai Lilis Suryani, penyanyi terkenal saat itu, tersaingi.
Orkes Gambang Kromong Naga Mustika dilandasi dengan konsep musik Gambang Kromong Modern. Unsur-unsur musik modern seperti organ, gitar listrik, dan bass, dipadu dengan alat musik tradisional seperti gambang, gendang, kecrek, gong serta suling bambu. Lagu seperti Si Jampang (1969) sukses di pasaran, dilanjutkan dengan lagu Ondel-Ondel (1971). Lagu-lagu lainnya juga mulai digemari. Tidak hanya oleh masyarakat Betawi tetapi juga Indonesia. Kompor Mleduk, Tukang Garem, Bang Puase, dan Nyai Dasimah adalah sederetan lagunya yang laris di pasaran. Terlebih setelah Bang Ben berduet dengan Bing Slamet lewat lagu Nonton Bioskop dan Tukang Sayur, nama Benyamin menjadi jaminan kesuksesan lagu yang akan ia bawakan.
Setelah Ida Royani hijrah ke Malaysia tahun 1972, Babe Ben mencari pasangan duetnya. Ia menggaet Inneke Kusumawati dan berhasil merilis beberapa album, seperti Djanda Kembang, Semut Djepang, Sekretaris, Penganten Baru dan Palayan Toko. Lewat popularitas di dunia musik itulah,Babe Ben mendapatkan kesempatan untuk main film, yang diawali dengan Banteng Betawi (1971).
Menjelang akhir hayatnya, Babe Benyamin juga masih bersentuhan dengan dunia panggung hiburan. Selain main sinetron (Mat Beken dan Si Doel Anak Sekolahan) dan talk show Benyamin Show, Babe masih merilis album terakhirnya dengan grup Gambang Kromong Al-Hajj bersama Keenan Nasution, dengan lagu andalan Biang Kerok serta Dingin-dingin yang bernuansa Progressive Rock.
 | bang ben memang seniman sejati.....salut untuk orang sekelas bang ben |
 | asik emang tuh orang...!!! wa mau jadi anggota benyamin fans club |
 | BANG BENS GAK ADA DUENYE OK FOREVER DAH BABE BENS |
 | GUA JUGA MAU KALAU ADA COMUNITY ABOUT BENS
|
| | |
|
|